Minggu, 20 Februari 2011

My Dad (part 3)

"masih dengan tema yang sama ini untuk ayahku yang berada disisi Allah..."

Senin, 15 Desember 2003 '00.30'

Malam semakin mencekam tapi perjalanan ke Jawa begitu terasa sangat lama. Hari sudah hampir pagi tapi aku tak kunjung sampai ke kampung halamanku ketempat ayah. Gelisah, takut, sedih, dan shock itulah perasaanku saat ini. Ingin cepat sampai dan melihat wajah ayah untuk terakhir kalinya. Perjalanan yang ku tempuh terasa begitu berat bagiku. Biasanya aku akan senang jika akan ke Jawa tapi ini lain. Perasaaanku tidak menentu, aku ingin sekali cepat sampai.

Tepat pukul 00.30 aku tiba dirumah dikampung halamanku, disana sudah banyak orang. Saat turun dari becak serasa tubuh ini tidak bertenaga lagi. Seluruh tubuhku lemas tidak berdaya. Sekuat tenaga aku memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah dan berlari. Sambil berlari aku melemparkan tas sekolah ku yang baru kusadari sejak dari jakarta tak sedikitpun atribut sekolahku aku lepaskan juga transkip nilai peringkat 1 ku yg masih ku genggam erat ditangan. Aku berlari dan langsung memeluk mamaku. Saat tubuhku lemas aku menengokan wajahku ke sebelah kiri. Disana aku melihat ayahku membujur kaku dengan kain kafan. Hatiku miris dan sangat kehilangan sekali. Aku sangat menyesal tidak sempat mengurus ayahku selagi masih hidup. Aku tak menyangka waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa sekarang aku sudah menjadi anak yatim. Aku masih belum percaya kalau aku sudah tidak memiliki ayah lagi.

Sekarang aku harus berani berjalan didepan banyak orang tanpa ayah. Aku harus bisa membahagiakan ayah dan mamaku. Masih bnyak harapan ayah yang belum bisa kupenuhi. Insya Allah aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk memenuhi harapan ayah dan mama. Ayah yang tenang yah disana. Ga usah mikirin adhe disini, adhe ikhlas dengan kepergian ayah. Semoga ayah tenang di sisi Allah SWT dan diterima amal ibadah ayah serta ditempatkan ditempat paling nyaman disisi Allah SWT. Aku pernah mendengar, kata orang tua dulu pamali jika mayat ditangisi, karna akan sulit berjalan menuju sisi Allah SWT. Tapi bagiku sangat sulit untuk menahan kesedihan yang begitu dalam. Hanya air mata dan penyesalan yang bisa kurasakan. Saat orang2 membacakan yasin untuk ayahkuhatiku sangat pedih dan serasa tidak percaya kalau ayah sudah tidak ada lagi. Masih teringat saat2 aku bermanja-manja dengan ayah, saat ayah memarahiku, saat ayah tertawa, saat aku dan ayah berebut acara tv. Masih teringat semua dikepalaku dan tidak akan ku lupakan kenangan2 manis bersama ayah. Aku merelakan kepergian ayahku dari dunia ini dengan hati yang tulus ikhlas.

Aku tidak akan mengecewakan ayah. Percaya sama adhe ya yah.
"cha, jalanmu masih panjang...tegarlah menghadapi hidup ini.."


Love,
Ocha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar